Sejarah Nusa Lembongan

Pulau Dewata atau Pulau Bali memang merupakan salah satu tempat atau pulau yang banyak menjadi pilihan destinasi seseorang. Banyaknya objek wisata dan suguhan pemandangan dengan keindahan yang ada di dalamnya merupakan faktor yang paling utama. Selain itu, ada berbagai pulau seperti Pulau Nusa Lembongan, Nusa Penida, Ceningan, dan berbagai pulau lainnya. Jika anda ingin mengakses ke pulau tersebut, tentunya dibutuhkan transportasi laut yang akan membawa anda.

Salah satu yang cukup terkenal adalah pulau Nusa Lembongan yang terletak di bagian tenggara Pulau Bali. Jarak yang ada dari pulau ini untuk ke Pulau Bali yang utama adalah sekitar 11 km sehingga memang cukup memakan waktu. Pulau ini merupakan salah satu bagian pariwisata dari Pulau Bali yang cukup terkenal dan banyak dijadikan sebagai salah satu daftar tempat yang harus dihadiri.

Sejarah Lembongan Dan Jembatan Kuning

Untuk menggapai tempat ini dari pusat Pulau Bali adalah sekitar 30 hingga 45 menit dari perjalanan laut yang ada. Waktu tersebut merupakan estimasi untuk anda jika menggunakan speed boat untuk sampai ke Jembatan Kuning. Walau begitu, daya tarik dari objek wisata yang ada di jembatan satu ini memangcukup menarik untuk anda kunjungi dan pilih sebagai destinasi wisata.

Jembatan ini memiliki panjang alas kayu sepanjang 100 meter dan lebar awal 1,5 meter. Pemberian nama jembatan kuning adalah karena cat yang melapisi jembatan sebagian besar bewarna kuning dengan alasnya berbahan kayu. Karena hanya sebesar itu, maka hanya bisa diakses dengan kendaraan roda 2 dan tidak bisa lebih. Adanya jembatan ini sangat membantu dalam mengakses berbagai macam hal yang ada di pulau tersebut.

Kesan lama dan tradisional di era modern adalah nilai tersendiri dari jembatan tersebut sehingga banyak suka melewatinya. Hal yang membuat semakin banyak wisatawan yang senang pergi ke jembatan ini adalah banyaknya tempat yang bisa digunakan untuk berfoto. Apalagi pada waktu tertentu, ada banyak sekali pasangan yang niat hanya untuk berfoto di jembatan yang diberi julukan jembatan cinta ini.

Baik dari wisatawan luar pulau Bali atau luar negeri juga sudah banyak yang menggunakan jembatan ini sebagai tempat yang harus dikunjungi. Keberadaan jembatan ini juga membuat akses yang diberikan untuk pengguna agar lebih mudah mengunjungi pulau lain di sekitar. Ini sangat berguna untuk anda dalam menikmati liburan ke berbagai tempat lebih cepat dan mudah.

Ambruk dan Renovasi Jembatan Kuning Lembongan

Jembatan satu ini pernah terjadi masalah yaitu ambruk pada tahun 16 Oktober 2016 sehingga jembatan menjadi rusak. Hal ini dipicu karena masalah tampungan yang berlebih ketika jembatan ini digunakan oleh seseorang sekitar 100 orang bersamaan. Akibat hal ini, banyak yang mengatakan bahwa korban berjumlah 8 orang yang meninggal dan 30 orang yang mengalami luka-luka. Pada terjadinya masalah tersebut, bertepatan pada hari nyepi dan menyebabkan segala aktivitas laut tidak ada di pulau Bali. Lalu setelah menunggu 4 bulan, warga Nusa Lembongan dan warga sekitar melalukan pengerjaan dalam rangka memperbaiki kembali jembatan tersebut. Kemudian jembatan ini di resmikan untuk beroperasi kembali saat 25 Februari 2017.

Jembatan Kuning saat ini sudah menggunakan bahan plat baja yang kuat agar membuat jembatan lebih kokoh. Corak kuning selalu dipertahan agar membuat jembatan ini mudah dikenali. Lebar dan Panjang pada jembatan juga berubah menjadi panjang 140 meter dan lebar 1,8 meter yang membuat jembatan lebih menarik lagi.
Jika anda ingin lebih mengetahui berbagai macam informasi lainnya, anda bisa menghubungi customer
service yang sudah tertera di website ini ya. Tentunya segala kebutuhan wisata anda di Pulau Bali akan
menjadi lebih mudah.